Thursday, November 16, 2006

KRITIK PEDAS

"Kritik Anda adalah Kue Anda"

'Anda tidak berhak dipuji kalau tidak bisa menerima
kritikan'." (Halle Berry, 2005)

Itulah kalimat dahsyat yang disampaikan Halle Berry, artis
peraih Oscar melalui film James Bond 'Die Another Day' di
tahun 2004 ketika mendapat piala Razzie Award tahun
kemarin.

Razzie Award adalah penghargaan yang diberikan kepada
mereka yang dinilai aktingnya buruk. Label pemain terburuk
ini didapatkan Halle setelah memainkan perannya di film
'Cat Woman'.

Ia adalah orang yang pertama kali langsung datang ke tempat
pemberian penghargaan tersebut. Tidak ada Aktor dan Artis
lain sebelumnya yang sanggup datang dan hanya menyampaikan
pesannya melalui video.

Sambutannya sungguh menarik : "Saya menerima penghargaan
ini dengan tulus. Saya menganggap ini sebagai kritik bagi
saya untuk tampil lebih baik di film-film saya berikutnya. Saya
masih ingat pesan ibu saya bahwa... 'Kamu tidak berhak
dipuji kalau kamu tidak bisa menerima kritikan'."

Tepukan tangan sambil berdiri sebagai bentuk ketakjuban
dari para hadirin sangat memeriahkan malam itu. Ya, sangat
sedikit orang yang sanggup menerima kritikan seperti Halle.

Nah, sekarang, apa arti kritik bagi anda? Apakah itu musibah
buruk? Seperti bencana yang tidak terduga, atau... simbol
kehancuran diri? Adakah yang bisa menganggap kritik
layaknya ia menerima pujian?

Kritik memiliki banyak bentuk...

Kritik bisa berupa nasehat, obrolan, sindiran, guyonan,
hingga cacian pedas. Wajar saja jika setiap orang tidak suka
akan kritik.

Bagaimanapun, akan lebih menyenangkan jika kita berlaku dan
tampil sempurna, memuaskan semua orang dan mendapatkan
pujian.

Tapi siapa yang bisa menjamin bahwa kita bisa aman dari kritik?
Tokh kita hanyalah manusia dengan segala keterbatasannya. Dan
nyatanya, di dunia ini lebih banyak orang yang suka mengkritik,
daripada dikritik. :-)

Kalau kita suka sepak bola, pasti sering mengamati
para komentator dalam mengeluarkan pernyataan pedasnya.
Padahal belum tentu kepandaian mereka dalam mengkritik orang
lain sebanding dengan kemampuannya jika disuruh memainkan
bola sendiri di lapangan. ;-)

Belum lagi para pakar dan pengamat politik, ekonomi, maupun
sosial. Mereka ramai-ramai berkomentar kepada publik, seolah
pernyataan merekalah yang paling benar. :-)

Namun bukan itu permasalahannya!

Pertanyaannya sekarang adalah... seandainya kita mendapatkan
kritikan, yang sakitnya melebihi tamparan, apa yang harus kita
lakukan?

Jawabannya adalah...

=> Nikmatilah setiap kritikan layaknya kue kegemaran kita!

Mungkinkah?

Mengapa tidak! :-) Kita mempunyai wewenang penuh untuk
*mengontrol perasaan kita*.

Berikut tips untuk menghadapi kritik:

---------------------------------------------------
1. Ubah Paradigma Terhadap Kritik
---------------------------------------------------

Tidak sedikit orang yang jatuh hanya gara-gara kritik, meski
tidak semua kritik itu benar dan perlu ditanggapi. Padahal,
kritik menunjukkan adanya yang *masih peduli* kepada kita.

Coba perhatikan perusahaan-perusahaan besar yang harus
mengirimkan berbagai survey untuk mengetahui kelemahannya.
Bayangkan jika kita harus melakukan hal yang sama,
mengeluarkan banyak uang hanya untuk mengetahui kekurangan
kita! LoL. :-)

Kritik merupakan kesempatan untuk koreksi diri. Tentu saja
akan menyenangkan jika mengetahui secara langsung
kekurangan kita, daripada sekedar menerima dampaknya,
seperti dikucilkan misalnya.

-----------------------------------------------------------
2. Cari tahu sudut pandang si pengkritik
-----------------------------------------------------------

Tidak ada salahnya mencari tahu detil kritik yang
disampaikan. Kita bisa belajar dari mereka dan melakukan
koreksi terhadap diri kita. Bisa jadi kritik yang
disampaikan benar adanya.

Jika perlu, justru carilah orang yang mau memberikan kritik
sekaligus saran kepada kita. Tokh kita tidak akan menjadi
rendah dengan hal itu. Justru sebaliknya, pendapat orang bisa
jadi membuka persepsi, wawasan, maupun paradigma baru
yang mendukung goal Tadeus.

------------------------------------------------------------
3. Kritik tidak perlu dibalas dengan kritik.
------------------------------------------------------------

Tanggapi kritik dengan bijak. Tidak perlu merasa marah
atau memasukkannya ke dalam hati. Toh menyampaikan pendapat
adalah hak semua orang.

Nikmatilah apapun yang mereka sampaikan. Tidak ada ruginya
untuk ringan dalam mema'afkan seseorang. Anggaplah semua
itu untuk perbaikan yang menguntungkan .

Jangan pernah membalas kritik dengan kritik. Karena hal ini
hanya akan membuat perdebatan, menguras tenaga & pikiran.
Tidak ada gunanya...

Terimalah kritikan dengan senyuman. ;-)

Ini semua bisa melatih mental kita agar bisa *tegar* menghadapi
ujian yang lebih hebat di kemudian hari.

Singkatnya, kita memang hanya layak dipuji jika sudah
berani menerima kritikan. Meski tidak mudah, asah terus
keberanian untuk menikmati kritik layaknya menikmati
kue .

Ingat, pujian dan apresiasi hanya akan datang apabila kita
sudah melakukan sesuatu yang berharga. So, jangan pernah
bosan untuk memburu kritik, DAN tanggapilah setiap kritik
dengan lapang dada!

by : A.H

TUJUAN HIDUP

"Tetapkan Tujuan Hidup"

Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that sail with no destination (Fritzhugh Dodson)

Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam hidupnya.

Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi, mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.

Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada usia tua. Sangat disayangkan memang.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan hidupnya tidak tercapai!

Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang harus diambil.

5 Cara Untuk Menetapkan Tujuan Hidup:

1. Tanyakan pada nurani apa sebenarnya keinginan kita untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya kita bermimpi. Kita tidak perlu malu mengakuinya, lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk sekedar bermimpi. ;-)


2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah berhasil melakukan yang kita inginkan, belajarlah dari mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!


3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus menerus yang akan membawa Tadeus pada impian hidup.


4. Jika cara yang dilakukan terbukti efektif dan mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah baiknya jika berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan tambah kecepatan kerja agar tujuan hidup lebih cepat tercapai.


5. Jika hal di atas dilakukan secara terus menerus tanpa lelah dan bosan maka kita akan mencapai tujuan hidup yang diinginkan.

by : A.H

JANGAN MENUNGGU

"Tentukan Perubahan "

Banyak orang yang suka mengeluh dalam hidupnya. Misalnya, dengan menyalahkan nasib buruk yang menimpanya. Tentu saja cara ini tidak akan pernah menjadikan kehidupannya lebih baik.

Ada pepatah bijak mengatakan :

You can not chance the wind direction,
but you can only chance your wing direction

Kita tidak akan pernah bisa merubah arah angin, yang dapat kita lakukan adalah mengubah arah sayap.

Dengan kata lain...

Realita kehidupan tidak akan berubah kecuali kita sendirilah yang mengubah sudut pandang terhadap realita yang ada!

"Tidak ada seorang pun yang memilih Tadeus untuk sukses. Tadeus sendirilah yang menentukan pilihan tersebut!"

Kebanyakan orang akan tertarik sejenak ketika diingatkan akan hal di atas, tapi kemudian berlalu kembali. Sementara waktu terus berjalan, dan akhirnya tidak pernah ada perubahan dalam hidupnya.

Sangat disayangkan.

Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya perubahan tersebut.

Menunggu bantuan orang lain, menunggu bantuan teman untuk mendapatkan pekerjaan yang enak, sampai menunggu warisan ;-)

Sekarang logikanya, jika memang hanya dengan menunggu perubahan itu akan datang, maka jumlah orang sukses seharusnya jauh lebih banyak. Bukankah kenyatannya tidak demikian?

Lalu, jika ingin sukses, apa yang seharusnya kita lakukan?

Ciptakan perubahan! Jangan selalu menunggu orang lain.

Tips untuk menciptakan perubahan:

1. Do your best, whatever happens will be for the best. Lakukan kerja-kerja Tadeus semaksimal mungkin, bukan hanya dengan menunggu dan berharap. Lakukan semuanya dengan tujuan untuk mendapatkan hasil terbaik yang bisa Tadeus capai!

2. Buat jaringan seluas-luasnya. Dengan banyak mengenal orang, maka pengetahuan Tadeus akan semakin bertambah. Seseorang yang kelihatannya sederhana bisa jadi menyimpan kedalaman ilmu yang tidak kita duga. Nah, alangkah bijaknya jika kita menjadikan setiap orang adalah guru dan kehidupan ini adalah universitasnya.

3. Berusahalah Tadeus untuk bersikap proaktif. Sikap ini sangat diperlukan jika ingin mendapatkan kesempatan yang lebih luas dan cepat dalam segala hal.

4. Fleksibel. Cobalah untuk memahami suatu hal dari berbagai sudut pandang. Jangan terpaku pada satu cara, yang bisa jadi tidak lagi relevan kita gunakan. Dengan bersikap fleksibel, wawasan Tadeus akan semakin bertambah.

Satu hal penting yang harus selalu ingat:

- Kita-lah yang memutuskan untuk berubah.
- Kita-lah yang menentukan menjadi sukses, bukan orang lain!

Jika pilihan sukses tidak kita ambil, akan ada orang lain yang mengambil pilihan tersebut. Dan, kita hanya akan menyaksikan kesuksesan mereka tanpa pernah merasakannya.

Bukankah kita tidak berharap demikian?

Jika memang tidak, tentukan perubahan mulai hari ini.
Jangan terus menunggu!

by : A.H

INSAN MANUSIA YANG LUAR BIASA

"Nikmati Perbedaan!"

Perbedaan adalah anugrah dari Yang Maha Kuasa.

Lihatlah sekeliling kita, indahnya warna-warni bunga,
warna-warni satwa, dan segala keragaman lain yang menghiasi
dunia.

Bayangkan kalau kita hanya mengenal warna hitam saja!
Alangkah gelapnya nya dunia ini! :-)

Tanpa adanya perbedaan dan warna-warni, kita tidak akan
merasakan hidup semeriah dan seindah sekarang ini, betul?! :-)

Begitu pun dengan kehidupan, setiap insan selalu berhadapan
dengan segala macam perbedaan dan warna-warni kehidupan.

Tapi sayang, tidak semua orang mampu melihat perbedaan
sebagai kekayaan. Banyak orang merasa tersiksa karena
perbedaan alias mereka tidak mampu menikmatinya.

Berbagai bentuk kejahatan dimulai hanya karena perbedaan.
Entah itu perbedaan warna kulit, agama, suku bangsa,
prinsip, atau sekadar pendapat.

Sebenarnya, perbedaan bukanlah sesuatu yang bisa dihindari.
Setiap orang lahir dengan perbedaan dan keunikannya
masing-masing. Mulai dari perbedaan fisik, pola pikir,
kesenangan, dan lain-lain.

Tidaklah mungkin segala sesuatu hal sama. Bahkan kesamaan
pun sebenarnya tidak selalu menguntungkan.

Coba bayangkan, seandainya semua orang memiliki kemampuan
memimpin, lantas siapa yang mau dipimpin? Kalau semua orang
menjadi orang tua, siapa yang mau jadi anak? :-) Siapa juga yang
akan menerima sedekah, jika semua orang ditakdirkan kaya?

Perbedaan ada bukan untuk dijadikan alat perpecahan.
Banyak hal positif yang bisa kita peroleh dengan perbedaan.
Namun, tentu saja semua itu harus bersyarat. Nah, syarat apa
saja yang harus dipenuhi?

Berikut di antaranya...

1. => Cara pandang kita terhadap perbedaan.

Berpikirlah positif dengan mensyukuri adanya perbedaan.
Anggaplah perbedaan sebagai kekayaan. Cara pandang yang
benar akan melahirkan sikap yang tepat. Ada baiknya kita
mencari persamaan terlebih dahulu, sebelum mencari
perbedaan.

2. => Kelola perbedaan sebaik mungkin.

Musyawarah untuk mencapai kesepakatan adalah jalan yang
tepat untuk mengelola perbedaan. Berlatihlah untuk
menghargai, menerima, menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap keputusan bersama, meski berlawanan dengan ide
awal kita.

3. => Selalu posisikan segala sesuatu pada tempatnya.

Saat bekerja sama dengan orang lain, salurkan potensi,
karakter, minat yang berbeda-beda pada posisi 'yang tepat'.
Cara ini akan mendorong tercapainya tujuan bersama dan
mendukung pengembangan potensi masing-masing individu.

4. => Jangan pernah meremehkan orang lain.

Apapun dan bagaimana pun kondisi atau pendapat orang lain,
perlakukan mereka selayaknya diri kita ingin
diperlakukan. Anggaplah semua orang penting. Mereka
memiliki peran tersendiri, yang bisa jadi tidak bisa
digantikan oleh orang lain.

5. => Jangan menonjolkan diri atau sombong.

Merasa diri paling penting dan lebih baik daripada orang
lain *tidak akan* menambah nilai lebih bagi kita. Toh kita
tidak bisa hidup tanpa orang lain. Jadilah beton dalam
bangunan. Meski tidak nampak, namun sesungguhnya ialah
yang menjadi penyangga kokohnya sebuah bangunan.

6. => Cari sumber informasi yang terjamin kebenarannya.

Perbedaan bisa muncul karena informasi yang salah.
Oleh sebab itu, pastikan sumber informasi kita bisa
terjamin dan dapat dipercaya kebenarannya. Lebih bagus
lagi jika disertai bukti yang mendukung.

7. => Koreksi diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain.

Menyalahkan orang lain terus menerus tidak akan banyak
membantu kita. Bisa jadi kesalahan sebenarnya terletak pada
diri kita. Karenanya, koreksi diri sendiri terlebih dahulu
merupakan langkah yang paling bijaksana.

So, berhentilah menyesalkan perbedaan. Karena jika tidak,
kita akan kehilangan sumber kebahagiaan!

by : A.H